The Body Shop Indonesia berkomitmen untuk menjadi role model dalam bisnis retail yang memberikan komitmen tertinggi untuk lingkungan hidup. Hal ini sejalan dengan salah satu value kami, Protect Our Planet dan nyata dalam bentuk-bentuk berikut:
Our Soaps
Seluruh sabun kami menggunakan minyak sawit hanya dari sumber yang sudah disertifikasi oleh Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO). Dengan cara ini, kami tidak menggunakan minyak sawit yang bersumber dari usaha sawit yang tidak mematuhi prinsip-prinsip ramah lingkungan.
Our Bottles
Kami sedang mengupayakan agar botol-botol kami terbuat dari 100% recycled PET (Polyethylene Terephthalate).
Our Woods
Pada tahun 2008, 63% dari produk kayu kami diproduksi oleh anggota Forest Stewardship Council, sebuah lembaga yang mengeluarkan sertifikasi kayu yang berasal dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan. Kami menargetkan seluruh produk yang menggunakan kayu, termasuk fixture di toko-toko kami, sudah akan menggunakan 100% kayu yang sudah disertifikasi oleh Forest Stewardship Council (FSC) pada tahun 2010 mendatang.
Our Recycled Paper
Kami hanya menggunakan 100% recycled dan biodegradable paper untuk keperluan tas belanja dari kertas maupun brosur dan leaflet. Tinta yang kami gunakan adalah soya base ink yang lebih ramah pada lingkungan.
Customer Engagement
Kami selalu mengajak customer untuk berpartisipasi dalam kampanye Climate Change kami melalui:
Program Bring Back Our Bottle
Mulai tanggal 5 April 2010, Bring Back Our Bottle hadir dengan konsep baru. Untuk setiap 5 stempel atau 25 botol yang dikembalikan oleh pelanggan, kami menyediakan suvenir menarik berupa Bag For Life sebagai penghargaan atas partisipasi dan dukungan Anda. Botol-botol bekas yang terkumpul akan kami serahkan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang kemudian akan memilah botol-botol tersebut di Depot Daur Ulang mereka dengan bantuan para relawan. Botol yang telah dipilah kemudian akan dijual ke pabrik pengolahan plastik daur ulang.
Hasil penjualan botol bekas oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia akan dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan sosial, antara lain dana bantuan bagi kaum miskin, pertolongan bencana, perlindungan kesehatan, dan berbagai misi budaya dan pendidikan (www.tzuchi.or.id). Motto gerakan ini adalah "Mengubah Sampah menjadi Emas, Emas menjadi Cinta Kasih”. Melalui program ini The Body Shop Indonesia dapat mengurangi sampah yang dibuang ke TPA dan pelanggan pun berkesempatan untuk mendukung tujuan-tujuan mulia ini.

2. Bag for Life
Kami menjual tas berbahan katun yang dapat digunakan untuk berbelanja dan berfungsi untuk menggantikan kantong plastik yang tidak dapat didaur ulang dan mencemari lingkungan kita.
Hasil penjualan Bag for Life telah kami donasikan kepada yayasan Children on The Edge, sebuah lembaga non profit yang menyediakan tempat bermain bagi anak di daerah bekas konflik seperti Nangroe Aceh Darussalam dan Timor Timur.

3. Volunteer Program
Values adalah DNA atau jiwa dari bisnis kami dan untuk menjalankannya diperlukan staf-staf yang mempunyai kepedulian dan integritas yang tinggi terhadap nilai-nilai kami.
Setiap tahun kami merancang program-program volunteer bekerjasama dengan berbagai LSM yang bergerak di bidang HIV/AIDS, lingkungan hidup atau di sekolah-sekolah yang membutuhkan tenaga volunteer.
4. Waste Management dan Save Energy
“Green Office Green Behavior” adalah komitmen kami di kantor pusat The Body Shop Indonesia, di kawasan Bintaro. Kami memilah sampah menjadi empat kategori, yaitu plastik, kertas, botol/kaleng, dan sampah makanan. Sampah makanan kami jadikan kompos dan dengan demikian dapat mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir. Sedangkan sampah plastik, kertas, dan botol/kaleng dapat dimanfaatkan kembali oleh pengumpul sampah. Selain itu, kami melatih Green Champions dari staf-staf kami untuk terlibat dalam pengawasan Waste Management ini sehingga dapat menjadi contoh bagi staf lainnya.
Hal penting lainnya adalah kebijakan “no styrofoam in the office”. Kami juga melakukan upaya hemat energi listrik, air, dan kertas melalui himbauan-himbauan dan memonitor konsumsi listrik, air, dan kertas setiap bulannya. Kami menggunakan kertas bekas untuk keperluan internal dan tidak membiasakan mencetak dokumen, bila tidak diperlukan.