SDN Pondok Kacang Barat III, Tangerang, Banten
a. CHILDREN ON THE EDGE Nangroe Aceh Darussalam
Children On the Edge (COTE) adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat dari Inggris yang didirikan pada tahun 1990 oleh Dame Anita Roddick (pendiri The Body Shop). COTE memfokuskan kegiatan dan komitmennya pada program perlindungan bagi anak-anak yang hidup dalam konflik baik akibat perang maupun bencana. Setelah membangun fasilitas belajar, tempat tinggal, dan tempat bermain bagi anak-anak di Romania, Kosovo, dan East Timor, pada tahun 2005 COTE membangun fasilitas yang sama di Indonesia, tepatnya di Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Nangroe Aceh Darussalam.
The Body Shop sepenuhnya mendukung COTE dalam membangun sebuah community center sesuai dengan standar UNICEF, yang terdiri dari playgroup, taman kanak-kanak (TK), pusat kegiatan remaja dan kaum ibu, serta balai pertemuan warga. Fasilitas tersebut telah diresmikan oleh Anita Roddick saat berkunjung ke Aceh pada 1 April 2006, dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia.
COTE mendedikasikan fasilitas tersebut kepada masyarakat Neuheun termasuk di antaranya sekitar 1.500 pengungsi dari Alue Naga (411 jiwa), Neuheun (654 jiwa), Ulee Kareng/TVRI (615 jiwa), dan 100 anak yatim piatu. The Body Shop Indonesia akan terus memberi dukungan dalam bentuk pendanaan, relawan, tenaga, serta pemikiran untuk kelangsungan program ini.


b. SDN Patuk I Gunung Kidul, Yogyakarta
Setelah gempa mengguncang Yogyakarta pada Mei 2006, banyak sekolah yang ambruk dan beberapa di antaranya dalam kondisi rusak berat. Tercatat, 3.062 bangunan sekolah hancur, 192 di antaranya terletak di Kabupaten Gunung Kidul. The Body Shop bekerjasama dengan Centro Lifestyle Department Store telah mewujudkan komitmen untuk mendukung pendidikan di Indonesia dengan membangun kembali SDN Patuk I.
Berselang satu bulan sesudah bencana, peletakan batu pertama pun dilakukan. Pembangunan kembali sekolah ini membutuhkan biaya sekitar Rp 1,2 miliar dan telah diselesaikan pada tanggal 15 September 2006. Kecepatan pembangunan ini ditunjang oleh penggunaan thermo-wall, yang selain kuat dan mudah dipasang juga menunjang fondasi bangunan untuk tahan dari ancaman gempa berkekuatan maksimal 6 skala Richter.
SDN Patuk I kini memiliki sembilan kelas, ruang komputer, ruang perpustakaan, ruang ibadah, UKS, ruang guru, rumah dinas kepala sekolah, dan sarana penunjang lainnya yang bisa membantu terselenggaranya proses belajar mengajar bagi 172 murid dan 13 tenaga pengajar.

Tidak berhenti sampai pada tahap pembangunan fisik saja, The Body Shop juga berperan aktif menyelenggarakan program pendidikan, seperti kursus bahasa Inggris dan program pendidikan kesadaran lingkungan hidup bagi siswa SD Patuk. Program ini berlangsung mulai Februari sampai dengan Agustus 2007 dan pendampingan selama tiga tahun dengan melibatkan manajemen, staf, serta pelanggan The Body Shop dan Centro Lifestyle Department Store.
c. SD Pondok Kacang III, Tangerang
Dalam mengemban misi untuk menjalankan tanggung jawab sosialnya dan melanjutkan program “Passion for Education” yang berorientasi pada komunitas lokal, The Body Shop berinisatif untuk mengajak sekolah-sekolah dasar berpartisipasi dalam program edukasi yang mengedepankan pendidikan lingkungan dan bahasa.
SD Pondok Kacang Barat III yang berlokasi di Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kabupaten Tangerang adalah sekolah negeri yang memberikan pendidikan formal untuk kalangan anak kurang mampu. Secara geografis, sekolah ini relatif dekat
dengan ibukota Jakarta, namun memiliki fasilitas yang sangat terbatas. Di samping SD Pondok Kacang memang membutuhkan pendampingan, sekolah ini hanya memiliki 26 orang tenaga pengajar yang relatif sedikit dibandingkan jumlah siswa yang mencapai 530 anak. Keadaan ini menjadi sangat kontras bila dibandingkan dengan sekolah yang ada di sekelilingnya di daerah Bintaro Jaya.


Sejak tahun 2004, SDN Pondok Kacang Barat III sudah mendapat bantuan dari Yayasan
Nurani Dunia terutama dalam hal penyediaan fasilitas fisik sekolah. Saat ini telah berdiri gedung tiga lantai dengan sembilan ruang kelas, jauh berbeda dari kondisi semula yang hanya memiliki tiga ruang kelas dengan 12 rombongan belajar serta kondisi gedung yang membahayakan keselamatan guru dan murid.
The Body Shop menggalang kepedulian untuk menjadi bagian dari pembangunan dan pengembangan pendidikan di sekolah ini dengan memfokuskan bantuan pada penyediaan fasilitas non-fisik, seperti buku-buku perpustakaan dan program-program pendidikan
ekstrakurikuler. Kegiatan ini melibatkan pula staf dan karyawan The Body Shop sebagai tenaga pengajar sukarela untuk beberapa mata pelajaran, seperti Agama, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Bagi kami, kegiatan relawan adalah bentuk activism, yang merupakan DNA The Body Shop.