MY PERIOD, MY STORY

MEMORIES OF LOVING AND LEARNING FROM THE MENSTRUAL CYCLE, ALL AROUND THE WORLD

Kami meminta staff The Body Shop dari seluruh penjuru dunia untuk berbagi cerita tentang menstruasi. Kami harap cerita ini akan mendorongmu untuk “Drop the P word” dengan teman, keluarga, dan rekan kerja sehingga kita dapat mematahkan stigma mengenai menstruasi secara bersama-sama. We can do it!

The one where she learned she had something to hide A story from Chile

Ketika aku menstruasi untuk pertama kalinya, nenek meminta untuk membuang pembalutku di kantong terpisah dan membawanya langsung ke tempat sampah yang jauh dari rumah, agar saudara laki-lakiku tidak perlu melihat sampahnya atau pembungkus yang berdarah. Aku merasa malu sekali dengan menstruasiku.



The one with the awkward cover-up A story from Malta

Ketika aku masih kecil, tumbuh dewasa setelah Perang Dunia II, tidak ada produk sekali pakai yang tersedia di tempat aku tinggal. Bahkan jika ada, aku tidak punya uang untuk membelinya. Jadi, aku menggunakan kain handuk kecil yang bisa digunakan kembali, lalu aku membersihkannya sendiri ketika saudaraku tidak di rumah. Hidup jauh lebih sulit saat itu. Aku ingat suatu kali ibuku mengaku mengalami kecelakaan dan dia memberi tahu kami bahwa salah satu ayamnya telah menggigit varisesnya. Padahal, itu sebenarnya hanyalah kebocoran darah menstruasi. Beberapa tahun kemudian aku baru menyadari apa yang telah terjadi.



The one where she wasn’t ready A story from South Africa

Pada saat SD, teman sekelasku di-bully ketika dia memulai menstruasi dan menodai roknya. Aku jadi takut dan tidak siap menstruasi di sekolah. Padahal kan, mestinya biasa saja.



The one where she was too ashamed to go to school A story from Brazil

Di sekolah, ketika umurku 12 tahun, teman sekelasku yang duduk di depanku mengalami kebocoran. Darahnya mengalir ke kursi dan menggenang di lantai. Aku memberitahunya dan dia terlihat sangat malu. Kemudian dia meninggalkan kelas sambil menangis dan bolos sekolah selama dua minggu karena malu. Hal ini membuatku kaget. Setelah itu, kemana pun aku pergi, aku selalu membawa blus, untuk jaga-jaga kala aku harus menutupi kebocoranku.



The one with the brave best friend A story from New Zealand

Pertama kalinya aku menstruasi, aku terlalu takut dan malu untuk bilang ke ibuku. Jadi aku cerita ke temanku dan dia meneleponnya untukku.



The one where the boy did the right thing A story from the Philippines

Pertama kali aku mengalami menstruasi, saudara laki-lakiku adalah satu-satunya orang di rumah. Dia tidak tahu di mana menemukan pembalut ibuku, jadi aku harus menunggu sebentar sebelum aku bisa meninggalkan kamar mandi. Dia harus pergi ke toko untuk membeli beberapa untukku dan merasa sangat malu.



The one where the boy did the bad thing A story from New Zealand

Suatu kali, aku tidur di rumah pacar baruku dan tiba-tiba mengalami menstruasi di malam hari. Aku terbangun dan menemukan dia kaget. Ia merasa sangat jijik. Aku merasa malu. Tentu saja dia bukan lagi pacarku!



The one with the ambulance A story from New Zealand

Aku mulai menstruasi pada usia 12 tahun, dan untuk pertama kalinya, aku panik dan mulai menangis. Orang tuaku tidak ada di rumah, jadi aku memanggil ambulans. Orang tuaku kembali tepat ketika ambulans tiba, jadi mereka bergegas masuk dengan panik. Ibuku menyadari bahwa aku baru saja mulai menstruasi, jadi dia harus memberi tahu petugas medis bahwa telah terjadi kesalahan. Rasanya aku tidak akan terlalu takut jika aku dididik lebih baik tentang menstruasi dan tahu apa yang harus diwaspadai sebelumnya.



The one that taught everyone: Periods are normal A story from the Netherlands

Selama tahun terakhir sekolah dasarku, kami melakukan perjalanan berkemah dan saya mengalami kebocoran pada malam hari. Aku takut bangun dari tempat tidur. Guruku datang dan mengirim semua anak lain untuk sarapan, sehingga aku dapat dengan tenang menyegarkan diri dan mandi. Pada saat aku keluar dari kamar mandi, kantong tidurku sudah dicuci dan sudah kering. Semua anak sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Guruku menerangkan dengan jelas dan sederhana ke seluruh kelas. Setelah itu, semua orang mengerti dan merasa nyaman dan untungnya tidak ada yang membuat keributan.



The one that made her feel like a grown-up A story from the United States

Aku ingat berada di kelas 5 SD dan belajar apa menstruasi itu. Kami masing-masing diberi pembalut gratis dan aku sangat bersemangat untuk mencobanya. Rasanya merasa seperti orang dewasa!


MAKE A PLEDGE


YOU MAY ALSO LIKE...

PERIOD 101 WITH GYNAE GEEK

Kami bertanya pada Gynae Geek, alias Dr. Anita Mitra, untuk menjelaskan segala hal tentang menstruasi. Ini bisa jadi guide andalanmu...

READ MORE



SKINCARE TIPS FOR YOUR MENSTRUAL CYCLE

Pernah gak sih bertanya-tanya kenapa kamu berjerawat di tempat yang sama setiap bulan?

READ MORE

© 2020 THE BODY SHOP INTERNATIONAL LIMITED ® A REGISTERED TRADEMARK OF THE BODY SHOP INTERNATIONAL LIMITED ™ A TRADEMARK OF THE BODY SHOP INTERNATIONAL LIMITED ALL RIGHTS A THE BODY SHOP FRANCHISE OWNED AND OPERATED UNDER LICENSE BY PT. MONICA HIJAULESTARI