Belajar Kreatif Dari Rumah Ala Sekolah BISA

Belajar Kreatif Dari Rumah Ala Sekolah BISA

Beauty Lovers, dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing dengan “bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah”. Imbauan ini disambut dengan rasa bingung oleh sebagian masyarakat, termasuk murid Sekolah Bisa. Kenapa? Berbagai faktor menjadi pertimbangan, salah satunya adalah kondisi belajar di rumah yang kurang mendukung.

Bagi 25 anak-anak pemulung di kawasan Tangerang Selatan ini, sekolah di rumah adalah hal yang sangat sulit dan mustahil! Belajar efektif hanya bisa dilakukan di kawasan sekolah. Mereka bukanlah murid yang memiliki fasilitas untuk belajar di rumah yang nyaman. Mereka bahkan tidak punya laptop atau handphone, serta akses internet untuk mendukung proses komunikasi virtual dengan guru. Hmm, bagaimana mau ikutan online class ya kalau begitu keadaannya?

 

Kebingungan ini juga sangat dirasakan oleh murid kembar bernama Rahmat dan Rohmat, siswa kelas 6 berusia 12 tahun. Ditambah lagi, Rahmat dan Rohmat sedang fokus mempersiapkan diri untuk ikut ujian Paket A, paket pelajaran yang disiapkan pemerintah bagi warga yang ingin mengikuti ujian persamaan setingkat Sekolah Dasar.

“Awalnya kami coba tetap mendukung belajar jarak jauh lewat ponsel untuk Rahmat dan Rohmat. Tapi dengan ponsel ternyata gak terlalu efektif. Akhirnya, kami dari Sekolah Bisa mencoba cara lain. Dengan bantuan seorang kakak alumni Sekolah Bisa, Rahmat dan Rohmat dijemput untuk hadir di sekolah, tiga kali seminggu. Mereka menggunakan laptop dan koneksi internet di sekolah untuk terhubung dengan 3 orang guru yang mengajar dari rumah masing-masing. Sekolah Bisa sudah tutup sejak awal Maret dan semua murid belajar di rumah. Tapi, khusus untuk Rahmat dan Rohmat, mereka kami fasilitasi untuk tetap datang ke sekolah, menjalankan physical distancing dan menjaga kebersihan selama mereka belajar kurang lebih 2 jam. Sayang ‘kan kalau mereka tidak bisa belajar maksimal karena tidak ada fasilitas di rumah,” tutur Dinna Muskita, Ketua Yayasan Tangan Bagi Sesama yang mengelola Sekolah Bisa.

 

Sementara itu, untuk siswa lainnya, pihak Sekolah Bisa mencoba mengirim dan menjemput tugas sekolah dari rumah para siswa dengan jasa seorang alumni yang menjadi kurir. Selain menjalankan sistem antar jemput tugas, para murid juga tetap diberikan paket bantuan makanan seperti biasanya.

 

“Kami sadar bahwa dampak COVID19 ini berbeda-beda bagi tiap kelompok masyarakat, jadi kami di Sekolah Bisa mencoba sekreatif mungkin untuk menyesuaikan program belajar dari rumah bagi anak-anak pemulung ini,” jelas Dinna. Sejak 13 April, anak-anak ini juga mengikuti pelajaran yang disiarkan pemerintah melalui TVRI dan para guru pun menyesuaikan tugas di rumah dengan materi pelajaran yang dapat diakses melalui televisi.

Beauty Lovers, mari kita doakan semoga kegiatan belajar mengajar ini tetap berjalan dengan lancar hingga kondisi pulih kembali, ya! Stay safe, stay healthy!

 

Tentang Sekolah Bisa

Sekolah Bisa adalah sekolah gratis setingkat Sekolah Dasar bagi anak-anak pemulung yang berlokasi di kompleks Kantor Utama The Body Shop® Indonesia di Tangerang Selatan. Didirikan sejak 2011 atas kerja sama The Body Shop® dan British School Jakarta, Sekolah Bisa menyiapkan fasilitas belajar mengajar dengan sistem kejar paket. Para siswa juga mendapat fasilitas makan siang dan berbagai kegiatan edukatif lainnya, seperti ekstrakurikuler dan pemeriksaan kesehatan. Beberapa alumni Sekolah Bisa meneruskan pendidikannya ke jenjang SMP dan SMA dengan bantuan beasiswa dari Yayasan Tangan Bagi Sesama. The Body Shop® pun berusaha untuk terus membantu mewujudkan masa depan yang cerah bagi para alumni dengan membuka kesempatan bagi mereka untuk bekerja di Distribution Center milik The Body Shop®.

April 22, 2020
Related Journal
© 2020 THE BODY SHOP INTERNATIONAL LIMITED ® A REGISTERED TRADEMARK OF THE BODY SHOP INTERNATIONAL LIMITED ™ A TRADEMARK OF THE BODY SHOP INTERNATIONAL LIMITED ALL RIGHTS A THE BODY SHOP FRANCHISE OWNED AND OPERATED UNDER LICENSE BY PT. MONICA HIJAULESTARI