Pentingnya Mengetahui Hubungan Carbon Footprint Dan Aktivitasmu Sehari-Hari

Pentingnya Mengetahui Hubungan Carbon Footprint Dan Aktivitasmu Sehari-Hari

Did you know? Aktivitas kita sehari-hari tanpa disadari bisa menyumbang emisi karbon yang berdampak pada global warming, lho! Bagi kamu yang asing mendengar apa itu jejak karbon (carbon footprint), aku akan jelaskan kenapa penting untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh setiap aktivitasmu sehari-hari.
 
Apa itu Jejak Karbon?

Jejak karbon adalah jumlah karbon dioksida (CO2) atau gas emisi yang dihasilkan dari berbagai kegiatan yang melalui pembakaran bahan bakar fosil dan dinyatakan sebagai berat emisi CO2 yang dihasilkan dalam ton pada kurun waktu tertentu. Kegiatan sehari-hari kita juga bisa menyumbang jejak karbon yang dapat berdampak negatif bagi bumi, seperti menyebabkan kekeringan, berkurangnya air bersih, timbul cuaca ekstrim dan bencana alam, perubahan produksi rantai makanan, serta berbagai kerusakan alam lainnya.

 

Kenapa Jejak Karbon Berbahaya?

Organisasi lingkungan The Nature Conservancy, memperkirakan bahwa setiap penghuni di planet ini menghasilkan rata-rata hampir 4 ton CO2 setiap tahun, sementara di negara-negara seperti Amerika Serikat jumlah ini mencapai 4 kali lipat per orang dan per tahunnya. The Nature Conservancy juga mengatakan bahwa kita semua perlu mengurangi jejak karbon kita menjadi kurang dari dua ton per tahun pada tahun 2050. Para ahli mengatakan bahwa ini adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa suhu berhenti naik dan tidak mencapai ambang batas 2 derajat Celcius yang akan memperburuk kondisi perubahan iklim dan mengubahnya menjadi masalah yang tidak bisa diperbaiki.

 

Upaya yang Bisa Kita Lakukan untuk Mengurangi Jejak Karbon

Hemat Listrik dan Air

Penggunaan energi listrik untuk keperluan sehari-hari seperti TV, AC, lampu, mesin cuci, microwave, dan berbagai peralatan berenergi listrik lainnya dapat menghasilkan gas emisi yang besar. Kita bisa menguranginya dengan menghemat pemakaiannya, seperti mematikan atau cabut listriknya ketika tidak digunakan atau mengganti produk kelistrikan dengan yang lebih hemat energi menjadi salah satu langkah baik untuk mengurangi penggunaan daya listrik yang berlebihan.

 

Konsumsi Makanan dengan Tidak Berlebihan

Makanan yang kita konsumsi ternyata menjadi salah satu sumber gas emisi, terutama jika makanan tersebut berpotensi menjadi waste food. Mulai dari ekstraksi bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga makanan tersebut sampai di tangan kita, itu semua merupakan proses jejak karbon yang terjadi secara natural dan tidak bisa dihindari.

Bagi kamu yang menyukai daging merah alias daging sapi, jejak karbon yang dihasilkan ternyata sangat tinggi. Hal ini karena daging sapi merupakan salah satu penghasil gas emisi terbesar di dunia yang dagingnya diproses dan didatangkan secara impor. Contoh lainnya, 1 kg kopi yang berasal dari luar negeri juga menghasilkan jejak karbon sebesar 4.82 kg. Hal ini disebabkan oleh proses perkebunan, pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga akhirnya kopi itu diseduh.

Mengonsumsi bahan-bahan makanan yang berasal dari lokal bukan dari import merupakan salah satu bentuk mengurangi jejak karbon. Kita juga bisa membiasakan untuk mengompos sisa-sia sampah makanan agar dapat digunakan kembali sebagai penyubur tanah dan lain sebagainya. Yuk, mulai zero food waste!
 

Mengurangi Penggunanan Kendaraan Bahan Bakar Fosil

Proses pembakaran bahan bakar seperti bensin, solar, atau gas akan menimbulan jejak karbon. Menggunakan kendaraan pribadi artinya kita berkontribusi untuk menghasilkan lebih banyak gas emisi CO2, terlebih lagi jika terjebak macet. Mesin kendaraan akan menjadi panas dan melepas gas emisi ke udara. Untuk itu, jika jarak tempuhmu sangat dekat, biasakan jalan kaki atau dapat menggunakan kendaraan umum yang tersedia agar lebih efektif.

Dengan kondisi cuaca yang semakin ekstrem seperti tingginya jejak karbon di udara sekarang ini, bisa mempengaruhi kesehatan terutama kesehatan kulit. Bayangkan bahwa kulitmu itu adalah organ terbesar yang melindungi seluruh tubuh dari panas, polusi dan radikal bebas. Sudah sepatutnya kamu merawatnya dengan memberikan perlindungan lebih. Skin Defence Multi-Protection Lotion SPF50+ Pa++++ Sun Block merupakan perawatan wajah dengan perlindungan SPF50+ dan Pa++++ yang memiliki manfaat sebagai pelembap wajah dengan tekstur losion ringan yang mampu melindungi dan mencegah efek buruk sinar UVA dan UVB serta polusi di dalam dan luar ruangan.

Polusi matahari itu tidak boleh dianggap sepele, lho! Penuaan dini, noda hitam, dan kerutan halus serta kanker kulit merupakan efek yang bisa didapatkan dari paparan radiasi matahari yang berlebihan. Apalagi kita yang tinggal di Indonesia, wajib sekali untuk terus menggunakan proteksi tinggi dan lengkap.

Buat kamu yang aktif setiap hari, proteksi dari formula Red Algae extract, vitamin C, Dandelion Root extract dan Community Trade Marula Oil dari Namibia akan memberikan lapisan pelindung yang dapat mempertahankan tingkat kelembapan kulit agar tampak lebih cerah. Kamu punya kulit sensitif? Jangan khawatir! Skin Defence Mulit Protection Lotion SPF50+ Pa++++ Sun Block ini juga cocok untuk seluruh jenis kulit sampai kulit sensitif sekalipun.

Ayo, kita sama-sama berjuang untuk mengurangi emisi gas CO2 yang berbahaya untuk bumi sambil menyayangi kulit agar terjaga dari polusi matahari yang berbahaya bagi kesehatan kulit.

June 24, 2022
© 2020 THE BODY SHOP INTERNATIONAL LIMITED ® A REGISTERED TRADEMARK OF THE BODY SHOP INTERNATIONAL LIMITED ™ A TRADEMARK OF THE BODY SHOP INTERNATIONAL LIMITED ALL RIGHTS A THE BODY SHOP FRANCHISE OWNED AND OPERATED UNDER LICENSE BY PT. MONICA HIJAULESTARI